By - admin

Ziarah Pelayanan Pendeta Rinto Muskita Berlanjut di Ketua Klasis Kota Ambon; Ini Peristiwa Iman

AMBON,KlasisKota,- Satu peristiwa iman kembali terjadi di Gereja Protestan Maluku (GPM). Setelah Oktober 2025 lalu pergantian Sekretaris Klasis ke Pdt Ado Titiahy/L, kali ini giliran Ketua Klasis Kota Ambon yang bergeser.

Pendeta Rinto Muskita, resmi mengemban amanah pelayanan itu menggantikan Pendeta Riko Rikumahu yang telah dipercaya sebagai Wakil Ketua I MPH Sinode GPM masa pelayanan 2025-2030.

Muskita sebelumnya merupakan Sekretaris Klasis GPM Pulau Ambon, yang beberapa jam sebelumnya juga telah serahkan tanggungjawab itu ke Pendeta Yondry Paays.

Kepastian itu tertuang dalam keputusan Majelis Pekerja Harian Sinode (MPH) GPM nomor 42/I/PA tentang pembebas-tugasan Pendeta Riko Rikumahu dan nomor 68/I/PA tentang pengangkatan Pendeta Rinto Muskita sebagai Ketua Klasis Kota Ambon yang ditandatangani Ketua Umum MPH Sinode GPM Pendeta S.I. Sapulette dan Sekretaris Umum (Sekum) MPH, Pendeta Rein Tupan.

Pelantikan yang diikuti akta pengutusan/pemberkatan dipimpin Ketua MPH Sinode GPM Pendeta S.I Sapulette. Sekum Sinode, Ketua Klasis Pulau Ambon, Sekretaris Klasis dan anggota MPK Kota Ambon turut menumpangkan tangan berkat.

Setelahnya, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima jabatan sebagai tanda dimulainya pelayanan, disaksikan MPH Sinode GPM, pelayan dan umat yang mengikuti kebaktian di Gedung Gereja Silo, Minggu (11/1/26) Malam.

Dengan nada pelan penuh haru, Pendeta Riko Rikumahu mengisahkan ziarah perjalanan iman yang walau terbilang singkat di Klasis Kota Ambon, hanya 2 tahun 1 bulan 1 hari, tapi banyak sekali karya Tuhan yang nyata, hasil pemberitaan Injil para pendahulu. Banyak pula pengalaman dan cerita: hanya tentang melayani.

“Saya harapkan para pelayan di Klasis Kota Ambon tetap menjaga identitas, solider dan  integritas diri, walau tantangan semakin besar dan terbuka saat ini bahkan kedepan,” harapnya.

Sebagai manusia, Rikumahu pun meminta maaf jika selama 2 tahun 1 bulan mengemban tugas pengutusan di Klasis Kota Ambon, melakukan salah baik dalam kebijakan, tutur kata serta tindakan.

“Terimalah kehadiran Pendeta Rinto dalam kurang dan lebih, sebagaimana bapak/ibu semua menerima beta tahun 2023 silam.

Mari bekerjasama sebagaimana yang dilakukan sebelumnya, dalam tekad dan komitmen untuk terus melayani bagi kemuliaan Tuhan,” pesannya.

Sementara, Pendeta Rinto Muskita bersyukur mendapat tugas pengutusan ini, walau bukan sesuatu yang baru. Karena selama 24 tahun menjadi pelayan di GPM, pengutusan serupa telah dijalani.

“Beta minta topangan bapak/ibu pelayan di Klasis dan Jemaat, serta tetap meminta arahan dari MPH untuk berjalan menata pelayanan bersama kedepan. Demikian pula kemitraan dengan Pemerintah Kota akan tetap kami jaga secara baik,” tandasnya.

Ketua MPH Sinode GPM Pendeta S.I Sapulette memberi penegasan penuh arti.  Bahwa momen pergantian Ketua Klasis ini bukan semata tentang persoalan administratif, tapi dimaknai sebagai peristiwa iman Tuhan untuk mengutus hambanya melayani umat.

“Momen ini menunjukkan betapa Tuhanlah pemilik Gereja dan umat. Kita hambanya hanya pelayan dalam kurun waktu tertentu, kita terbatas tapi sang pengutus tidak terbatas,” ungkap Sapulette.

Dirinya yakin, Pendeta Riko telah meninggalkan jejak yang baik di Klasis Kota, untuk dilanjutkan Pendeta Rinto dalam arak-arakan bersama terus berziarah dan menabur benih kebaikan kepada umat.

“Jadikan momen ini sebagai ruang refleksi yang semakin memperkuat pelayanan kita di Klasis Kota Ambon dan GPM pada umumnya. Percayalah, ini bukan kebetulan tapi panggilan Tuhan untuk memberi buah serta semakin meningkatkan kualitas pelayanan Gereja,” demikian Sapulette.

Adapun Wakil Walikota Ambon Ely Toisuta yang hadir mewakili Walikota berterima kasih kepada Pendeta Riko Rikumahu yang selama ini telah bersinergi dengan pemerintah untuk  membentuk umat GPM di Klasis Kota mewujudkan Ambon yang inklusif dan toleran.

“Kiranya kepemimpinan yang baru ini dengan Pendeta Rinto Muskita sebagai nahkoda akan semakin memperkuat hubungan Gereja dan pemerintah dalam semangat kebersamaan, penuh kasih dan perdamaian. Pemerintah Kota dan Provinsi siap bersinergi dengan Gereja untuk berjalan bersama melayani umat di Kota Ambon,” demikian Toisuta.

Momen istimewa tersebut selain dihadiri MPH Sinode, juga ambil bagian didalamnya MPK Klasis Kota dan Pulau Ambon, para pelayan se-Klasis Kota dan Pulau Ambon, keluarga Rikumahu & Muskita, badan penyelenggara pelayanan Klasis Kota Ambon serta Majelis Jemaat Silo dan umat. Saling jabat tangan di akhir prosesi menjadi simbol kuatnya hubungan persaudaraan yang penuh kasih, sekaligus tanda komitmen menyatu dalam tanggungjawab pelayanan bagi kemuliaan Tuhan Yesus Sang Kepala Gereja dan pemilik kehidupan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.
*
*