AMBON BUKAN KOTA KOSONG

Ketua Klasis GPM Kota Ambon Pdt. Rinto Muskita, M.Th mengatakan Ambon bukan kota kosong tetapi ada dinamika dan kompleksitas di dalamnya. Jika menelusuri sejarahnya. Kota Ambon dihuni oleh orang-orang pribumi yang kemudian kehadiran orang-orang Portugis yang di dalamnya ada Misi dan dilanjutkan dengan Zending oleh Belanda. Hal ini selaras dengan Khotbah Pdt. Dr. Steve Gaspersz yang mengutip sejarawan Gerrit Knaap tentang Ambon sebagai City of Migrants (Ambon sebagai kota para Pendatang).

Dalam moment syukur 53 tahun Klasis Kota Ambon Ketua Klasis menegaskan bahwa kita perlu terus membangun Solidaritas bersama sebagai satu Keluarga Allah. “Ini kekuatan bersama kita” tegas Pdt. Muskita. Kita tidak hanya berkata-kata tentang Ecclesia Domestica. Tapi “Doing”nya, tindakannya. Tindakan yang memberi dampak pagi pertumbuhan iman umat. Kita perlu juga terus saling mendoakan. “Doa itu nadi. Jika tidak berdoa maka kita sudah mati” ungkap mantan Sektretaris Klasis Pulau Ambon ini.

Dalam momen syukur ini kita juga mengumpulkan koin sebagai naztar Keluarga-keluarga di Klasis Kota Ambon. Persembahan ini akan digunakan sebagai bantuan beasiswa pendidikan bagi anak-anak.

Ibadah syukur HUT 53 Klasis Kota Ambon berlangsung di Gereja Diakonos dan dihadiri perutusan dari 21 Jemaat bersama MPK dan Badan Penyelenggara Pelayanan di Klasis GPM Kota Ambon. Dirgahayu ke-53 Klasis GPM Kota Ambon. Tuhan menyertai tiap langkah. (RR)
